Jumat, 09 Januari 2009

Efek Rumah Kaca: Efek Kejeniusan dalam balutan lirik penuh kritisi

Nada-nada yang minor
Lagu perselingkuhan
Atas nama pasar semuanya begitu klise
Elegi patah hati
Ode pengusir rindu
Atas nama pasar semuanya begitu benar
Oh oh…
Lagu cinta melulu
Kita memang benar-benar melayu
Suka mendayu-dayu
Elegi patah hati
Ode pengusir rindu
Atas nama pasar semuanya begitu benar
Oh oh…
Lagu cinta melulu
Kita memang benar-benar melayu
Suka mendayu-dayu
Oh oh…
Apa memang karena kuping melayu
Suka yang sendu-sendu
Lagu cinta melulu….


Lagu itu pertama kali saya dengerin di penghujung tahun 2007 saat saya sedang duduk santai di kamar ditemani oleh kucing saya, Pinkan, dan televisi 21 inch saat saya menonton acara musik di MNC music channel. Lirik yang membuat saya berpikir ‘ngapain sih gue beli tivi? Bukan I-pod nano aja ‘ telah membuat saya tertarik dengan band indie-pop yang satu ini. Lirik sederhana, tajam, dan benar benar memungut remah remah kebobrokan dunia industri musik pop yang notabene adalah genre yang diusung mereka sendiri,..sebuah kritik dalam bentuk self-correction.

Efek Rumah Kaca, begitu cara mereka memberi label atas jati diri mereka dalam bermusik. Band yang pertama kali menelurkan album di bawah label pavilliun records ini digawangi oleh Adrian (bass), Akbar (drums), dan Cholil (guitars, vocals). Musik mereka sendiri sangat variatif, penuh warna. Bisa ditemukan unsur The Beatles, Radiohead, Peter Gabriel bahkan sedikit sentuhan Bjork dan Iwan fals,..imagine that!

Album pertama yang diberi judul Efek Rumah kaca memiliki konsep musik yang overall pop dengan lirik yang penuh nuansa kritik, gelap, dan suram seperti kritik terhadap kehidupan hedonisme dalam lagu ‘belanja terus sampai mati’, elegi seorang yang kehilangan sebelah mata akibat diabetes dalam lagu ‘sebelah mata’, spirit perjuangan Munir yang dibingkai indah dalam lagu ‘di udara’ dan bahkan mengenai kehidupan homoseksual dalam lagu ‘bukan lawan jenis’. Lagu ‘Jatuh cinta itu biasa saja’ membuat saya benar benar jatuh cinta dengan kejeniusan Cholil dkk dan terakhir lagu ‘Desember’ bagaikan hujan gerimis di kala senja yang menawarkan kesejukan dan benar benar sebuah karya yang hebat. Jenius.

2008 bisa dibilang tahun yang menyedihkan bagi dunia musik tanah air. Kangen band menelurkan album kedua, Maya Ahmad tetap menganggap menggaet penyanyi baru yang berimage centil itu sebagai sesuatu yang hebat, The Changcutters mengkhianati semangat Rock n Roll yang mereka usung dengan terjebak dalam racun komersialisasi yang merupakan ‘racun dunia’ sesungguhnya bagi band Rock, dan vokalis Charlie Van Houtten tetap beranggapan bahwa bernyanyi dengan cara seperti vokalis SLAM bisa menambah jumlah rupiah di rekening tabungannya tanpa menyebabkan dekadensi kualitas bagi band pop ST 12. Okey,..gak semuanya buruk. Masih ada Project Pop dengan kekayaan khasanah bermusik mereka dengan karya ‘bukan superstar’ yang lucu dan segar, RAN dengan musik alternative-pop yang groovy banget, Kepompong milik Jalu yang membesarkan nama Sind3ntosca, suguhan distorsi gitar Andra di band side projectnya yang untuk saat ini lebih ‘berhasil’ ketimbang induknya, dan masih banyak lagi.

Dan di penghujung 2008, tepatnya tanggal 19 Desember 2008, trio Efek Rumah Kaca kembali menelurkan album dan kembali memanjakan telinga penikmat musik yang menginginkan karya yang benar benar ‘beda’. ‘Tubuhmu membiru, tragis’ membuat kita terhenyak dan kembali merenungi keadaan generasi muda yang semakin diteror oleh bahaya obat obatan terlarang. ‘Kenakalan remaja di era informatika’ adalah feedback dari kejenuhan seseorang terhadap perilaku remaja yang mempertontonkan adegan gak sepantasnya di dunia maya, dimana telanjang adalah kebanggaan dan adegan sex yang terekam dapat diunduh dari mana saja. ‘Mosi tidak percaya’ adalah lanjutan lagu ‘di udara’ dimana kali ini keadilan diteriakkan sekeras kerasnya. ‘Menjadi Indonesia’ adalah sebuah masterpiece yang patut disejajarkan dengan ‘Kebyar kebyar’nya gombloh ataupun ‘Bendera’nya Eross Chandra, dimana sekelompok anak muda masih bangga sebagai seorang Indonesia: “Lekas bangun tidur berkepanjangan, menyatakan mimpimu … masih ada cara menjadi besar … menjelma dan menjadi Indonesia”

Dengan pencapaian seperti itu, menurut saya pantas jika Efek Rumah Kaca disebut sebagai ‘Band paling Berpengaruh Sepanjang 2008’. Mungkin efek rumah kaca gak bisa menghimpun massa ribuan ketika tampil konser seperti Slank ataupun Dewa, mungkin efek rumah kaca gak bisa menjual single melalui penggunaan ring back tone selaris Kangen Band ataupun Afgan, tapi Efek Rumah Kaca bisa membuat kita tertunduk dan merenung sejenak dan kembali membuka mata lebar lebar dan melihat sekeliling kita. Disitulah point yang saya sebut sebagai pengaruh. Double Platinum adalah kesuksesan, tapi bukan pengaruh. Saya ingat saat pertama kali saya mendengarkan Jimi Hendrix dan pengaruhnya terhadap cara saya memperlakukan gitar. Dan Efek Rumah melakukan hal yang sama dengan pengaruhnya terhadap cara saya memandang dunia.





‘‘Ku bisa tenggelam di lautan
Aku bisa diracun di udara
Aku bisa terbunuh di trotoar jalan

Tapi aku tak pernah mati
Tak akan berhenti..’’

Selasa, 06 Januari 2009

Journey Part II: Uniquely Singapore

Kami terpaksa harus melanggar kebiasaan dan melakukan sesuatu hal yang paling berat dalam hidup 4 orang keterbelakangan mental yang pernah menjadi aktor dalam film 'Otomatis Autis': Bangun Pagi!!

Jam 6 pagi bergegas menuju pelabuhan dan bersiap untuk menyeberangi lautan (lagi) menuju sebuah negara terkecil di Asia,..the Manhattan in the little Asia,..the one and only,...Singapore

30 Menit perjalanan,..dari kejauhan megahnya kota Singapore udah mulai terlihat dari kapal Batam Fast yang kami tumpangi

Patung Libertynya mana??

1 jam telah kami tempuh hingga tibalah kami di port of Singapore. Setelah ngantri untuk cek pasport, tiba2 kami sadar salah 1 diantara kami ilang,..si Jaya. Tengok kiri kanan rupanya dy gak muncul2 juga. Gw ampe ngintip di sela2 hotpants salah satu cewe sexy di sana, rupanya gak ada juga (ya iyalah). Akhirnya gw nanya ama mbak2 bertampang galak di bagian imigrasi, ternyata eh ternyata si Jaya di interogasi karena gak bawa KTP..huehehehe. Untung gak kena deport dy..huhuhuhuhu

Singapore adalah kota (negara ding) yang bersih,..rapi,..dan tata kotanya sangat menarik. Tapi masalah bagi 4 orang autis ini adalah: NO SMOKING!!. Yupz,..no smoking kecuali di dekat tempat sampah. Jadi klo mau ngerokok kita harus ngerokok mengitari tempat sampah bareng2an ama smoker2 lainnya yg klo dari jauh keliatan kayak lalat buah yang ngerumunin tempat sampah. Dan klo ketahuan ngerokok sembarangan akan kena denda $100 (pake sistem CCTV loh) . Dan masalah lagi bagi gw,..di sono gak boleh makan sembarangan tempat, termasuk di dalam mobil. Matilah...

Karena cmn punya waktu 1 malam di Singapore (maklum turis miskin), maka kami di ajak berjalan2 oleh guide kami, Pak Manu, mengelilingi Kota Singapore dengan efesiensi waktu yang sesingkat singkatnja. Pak Manu adalah seorang turunan India yang setia menagntar kami menelusuri rimba Singapore, dan uniknya Pak Manu ini jago sulap loh..hehehe.

Pertama2 kita tiba di City Hall of Singapore dimana terdapat gedung kota dan lapangan sepak bola yang asri banget.


Me and Jaya yang nyaris di deport

10 menit buat take picture,..akhirnya kita bergegas menuju statue of Marlion, melewati jembatan Anderson. Di sana kami poto2 dan sarapan pagi



Jembatan Anderson

Mardhani and Marlion,..masih sodara jauh

Gw mo nanya,..kenapa sih starbuck itu mahal anj*ng??

backgroundnya gedung duren

Uniquely Singapore

what a great view


Setelah puas mengambil gambar dan sarapan, kami melanjutkan tujuan berikutnya, yaitu shooping centre di Orchad Road (lupa gw Orchad apa orchid yah?? hehehe maklum turis bego)



Surga belanja kaum hawa nih,..

Nah ini buat kaum Pria,..hahahaha


House of Condom adalah kedai suvenir dan sex toys yang sangat unik. Gw sempat masuk untuk melihat lihat (oopsss) dan akhirnya membeli sebuah gantungan kunci berbentuk Mr. Sperm...huhuhu unik banget.

Setelah pegel2 mengitari Orchad road,..kami lalu makan siang dan bergegas menuju final destination kami: Sentosa Island.

Memasuki gerbang Sentosa Island, kami di ajak ke Tiger Centre, yaitu pusat penjualan aksesori dan suvenir Tiger Beer.


Don't try this at home, dude

Setelah itu kami bermain wahana 3 dimensi, makan sore (laper bo') dan foto2 bareng uler

Baba: Kuberikan ular ini untukmu,.kau harus membunuh Takur Singh

Dhani: Baik, Baba,...aku akan menyelamatkan Sridevi,..tapi ngomong2 kpalanya mana?


Last Show sekaligus sebagai acara penutup tour kami adalah pertunjukan Song of the sea yang sangat spektakuler. Tata Cahaya dipadukan dengan tarian air dan harmonisasi gerak tari benar2 memukau kami semua. Gambar 2 dimensi yang terpantul dari air yang disemburkan yang bersinergi dengan pantulan laser menciptakan citraan yang membuat semua penonton berdecak kagum.


Funtastic!!


Berakhirlah sudah long trip yang kami jalani,..lelah dan peluh tak seberapa jika dibandingkan dengan pengalaman baru yang kami dapatkan. Sebagai penutup kata, dengan motto School is on the road,..marilah kita bersama2 kayang di depan patung Marlion




Fotographer: Dhani

Model: Herdi

(the end)

Journey Part I , Malaysia: Stories of Genting Highlands and Kuala Lumpor

fyuh,...capek banget setelah perjalanan jauh liburan kemaren. Masuk kantor lagi,..memulai aktifitas seperti biasa lagi.

Liburan kmaren sangat berkesan,..amat sangat berkesan. Dhani Ray Vaughan yang maha ganteng bersama kawan2 yang autis menyeberangi selat malaka menuju negeri musisi metal gondrong mendayu-dayu: Malaysia.

Bertolak dari Batam,..Dhani dan kawan2 autis menyeberangi selat Malaka melalui kapal cepat alias ferry alias kapal mabok (soalnya naek ginian gw jadi mabok)


Okeh,..tampang gw udah positif seperti orang mabok.





Setelah 2 jam terombang ambing di lautan nan megah, akhirnya kami sampai di Johor, Malaysia. Sesampainya di sana, Bus travel langsung menjemput dan bersiap untuk long journey menuju Genting Highland via Kuala Lumpur. Di Kuala Lumpur, gw berfoto2 ria di depan istana yang segede gaban itu



Hello pak cik,...ade orang tak???




Dari Kuala Lumpur memakan waktu hingga 2 jam menuju Genting highland,..satu2nya tempat menarik di Malaysia bagi gw. Oh iya, fyi,..kebanyakan orang2 Malaysia mempopulerkan bahasa gaul ala anak jakarta, misalnya pake kata 'gak', 'aja', 'lu-gue', 'gpl' . Beneran loh,..makanya gw ngerasa bangga memakai bahasa Indonesia di negeri Jiran itu. Mana bahasa di sana aneh bin ajaib lagi,..telepon umum namanya telepon awam,..yang sekilas gw baca telepon ayam..hehehe. Trus papan pengumuman di sana dinamakan papan kenyataan,..wedew..

Setelah perjalanan panjang yang meletihkan,..akhirnya tibalah di Genting Highland. Dengan ketinggian (klo gak salah) 5 ribu feet dari permukaan air laut suasana dingin segera menyelimuti badan kami semua, hingga perasaan ngantuk semakin meneror mood perjalanan kami. Segera rasa kantuk itu hilang saat menaiki gondola menuju Genting Higland yang menempuh waktu sekitar 15-20 menit itu


Sesampainya di tujuan,..hanya 1 kata yang terlontar :'' Awesome,..'' okey,..terkecuali gw,.gw pake 2 kata:
''Fakkin awesome!!''

Hotel First World 24 lantai dan 2 tower adalah tempat peristirahatan kami, dimana viewnya benar2 keren,

ini view dari kamar gw,..14th floor

Keesokan pagi,..kami lalu mengunjungi lokasi outdoor (sejenis dufan gituh) dan mengambil banyak gambar di sana. Cuaca yang dingin gak mengurungkan niat kami buat narsis-najisan..hehehe

hulaaaaaaaaaaa

oh iya,..gw juga gak lupa numpang foto2 ama badut cewe di sana,..lucu2 loh..gyahahaha

Badutnya ada tiga

Selain wahana2 seperti dufan,..di sana juga ada mini race, ice world (0 derajat bo',..ntar foto2nya gw scan deh), Ripley's studio, panggung wayang (bioskop kaleeee), sungai buatan ala Vienna (lengkap dengan perahunya), resto2, shopping centre,..etc etc

Mobilnya pelan banget...kekekekeke


Serasa di venessia

2 hari di Genting,..perjalanan berlanjut ke Kuala Lumpur,..dan sempat singgah di beberapa tempat wisata seperti tempat ibadah kaum India (di sana di sebut Bangla,..sama seperti sebutan Indon untuk orang Indonesia) di Batu Cave,..dimana terdapat patung Dewa terbesar di dunia (kata mereka sih,..kekekeke)

jadi inget logo Tantra Online

Acara berlanjut ke Kuala Lumpur,..ibu negara yang tampaknya 'biasa aja',..nothing's special. okey,..mungkin lebih bersih dibanding Jakarta, tapi selebihnya sama aja. Malah tahun baruan di sana serasa di gurun gobi,..sepii banget. Ada sih acara kembang api tapi gak ada seru2nya sama skali. Orang2 di sana malah dieem aja ngeliatin kembang api (kagum kali yah?). Hey,..this is new year's eve, dude...c'mon!!!



(dhani, harry, jaya)

fyuh,...setelah 4 hari berlalu,..saatnya untuk mengakhiri perjalanan kami di Malaysia. Perjalanan yang membuka wawasan,..dan membuat kami bangga sebagai orang Indonesia. Bangga memiliki bahasa seindah bahasa Indonesia, dan bangga dengan produk2 malaysia yang dimana2 ada di Malaysia,.dari batik, kerajinan tangan,..sampe di tivi2 pun nanyangin sinetron Indonesia dan setiap radio memutar lagu karya musisi Indonesia,..ooh...Indonesia,..i'm so proud of you

Balik ke Batam dan bersiap2 untuk next destination: Singapore

(bersambung)


ShoutMix chat widget